“Terbukti menurunnya kasus pelanggaran. Terutama pengendara yang tidak menggunakan masker dalam laporan terakhir di setiap pelaksanaan razia masker dari tiap Kecamatan." 
 
TokcerNews.com, Bantaeng - Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Bantaeng dalam mencegah penyebaran covid-19, tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Bantaeng. Aktif melaksanakan Razia Masker di tempat tempat umum. Implementasi dari Perbup Bantaeng No.35 Thn 2020 tentang Protokol Kesehatan Pencegahan covid-19.
 
Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri ST,SH,MH mengungkapkan, bila kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker terus meningkat.
 
“Terbukti menurunnya kasus pelanggaran. Terutama pengendara yang tidak menggunakan masker dalam laporan terakhir di setiap pelaksanaan razia masker dari tiap Kecamatan, ”ungkap Wawan Sumantri, Selasa (06/10/2020).
 
Disebutkan sejak awal dilakukannya penertiban masker, yakni terhitung sejak 14 September 2020 sampai dengan 06 september 2020 (hari ini red) Tim Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Bantaeng telah melakukan sosialisasi penggunaan masker termasuk penertiban warga yang tidak menggunakan masker, tingkat kepatuhan masyarakat pun terus meningkat.
 
Selain melakukan razia, tim gugus tugas covid-19 Kab. Bantaeng juga aktif melakukan rapid test di kawasan perkantoran, dan kegiatan rapid test selalu diawasi oleh Kapolres Bantaeng dan Dandim 1410 Bantaeng.
 
“Hasil sosialisasi yang dilakukan tim Gugus Tugas Covid-19 di lapangan membuahkan hasil yang signifikan Dalam tiga minggu saja bisa menekan angka pelanggaran yang tidak menggunakan masker,” bebernya.
 
Diharapkan dengan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan hari ini, Kabupaten bantaeng dapat Mencegah Penyebaran Covid-19 dengan maksimal.
Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri ST,SH,MH. Istimewa Fhoto/dok: TOKCERNEWS.COM. 
 
TokcerNews.com, Bantaeng - Pandemi virus corona atau covid-19 pada saat ini masih terus menyebar. Penyebarannya pun dengan cepat terjadi dari manusia ke manusia hingga menyebabkan kepanikan di sebagian besar pada masyarakat.
 
Dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Bantaeng, terkhusus diwilayah perkantoran, tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bantaeng aktif melaksanakan rapid test langsung di lokasi perkantoran.
 
Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri, ST.SH.MH mengatakan rapid test tersebut dilakukan agar para pegawi dapat diketahui apakah terpapar coronavirus disease (Covid-19) atau tidak.
 
"Kawasan Perkantoran merupakan salah satu lokasi yang memiliki risiko penyebaran Covid-19. Sebabnya, karena banyak interaksi antar pegawai dan pelayanan publik. Maka kita lakukan pengamanan Rapid Test supaya berjalan aman dan lancar," ujar Kapolres.
 
Dia menjelaskan, di dalam pelaksanaannya tiap perkantoran yang pegawainya di rapid test, pintu keluar masuk dijaga oleh personil dari Polres Bantaeng dan Sat Pol PP Kab. Bantaeng, sehingga dalam pelanksanaannya tidak ada pegawai yang boleh meninggalkan perkantoran sebelum di rapid test.
 
"Jadi rapid test ini dilakukan supaya mereka dapat dipastikan apakah positif Covid-19 atau negatif,” sambungnya.
 
Kapolres Bantaeng juga Mengingatkan kepada masyarakat dan pegawai di tiap kantor Dinas tetap mengikuti anjuran pemerintah dan protokol kesehatan, pola hidup bersih sehat, jaga jarak dan Jangan Kendor ..!! 'Disiplin Pakai Masker' untuk tetap waspada dengan penularan Covid-19, terutama yang sering melakukan aktivitas di ruangan perkantoran dan publik.
 
Dari pantauan TokcerNews.com, pelaksanaan rapid test di kawasan perkantoran hingga hari ini (29/9/2020) sudah memasuki hari ke-9 sejak dimulai pada tanggal 21 September, Kapolres Bantaeng selalu aktif mengawal pelaksanaan Rapid test yang dilaksanakan oleh tim Gugus tugas covid Kabupaten Bantaeng, bersama dengan Dandim 1410 Bantaeng dan Bupati Bantaeng.
 
Mantan Kapolres Sigi ini, AKBP Wawan Sumantri, ST,SH,MH tak pernah Kendor selalu mendampingi tim gugus tugas melaksanakan rapid test di kawasan perkantoran Pemkab Bantaeng. Dan Rapid test ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, serta memutus rantai penyebarannya. 
 
Hari ini juga Kapolres Bantaeng bersama tim gugus  tugas melaksnakan Rapid Test di kantor dinas lingkungan hidup, Dispora dan BPD Kab. Bantaeng.
 
 

Knalpot Brong Berakhir di Mesin Potong

Polresta Bantaeng menyita dan memusnahkan 115 knalpot tak standar dengan cara dipotong menggunakan mesin. Knalpot itu dimusnahkan karena mengganggu kenyamanan masyarakat. Istimewa Fhoto: dok TOKCERNEWS.COM/Hms Polres Bantaeng.
 
TokcerNews.com, Bantaeng - Dalam rangka hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 65 Satuan Lalu Lintas Polres Bantaeng memusnahkan 115 knalpot brong atau racing/bising baik knalpot roda empat maupun knalpot roda dua hasi penindakan mulai bulan januari 2020 hingga juli 2020.
 
Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri ST,SH,MH. menjelaskan knalpot yang dimusnahkan hari ini dari hasil penindakan personil satuan lalu lintas Polres Bantaeng periode bulan Januari 2020 hingga bulan Juli 2020.
 
Para pelanggar dikenaklan Pasal 285 ayat 1 Undang-undang Nomor 22 tentang Lalu Lintas, dengan denda sebesar Rp1 juta. Polisi bahkan dengan tegas langsung melakukan pemusnahan terhadap knalpot tersebut.
 
Knalpot dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong. Dengan perincian 10 knalpot mobil dan 105 knalpot motor.
 
AKBP Wawan menyatakan, knalpot yang tidak sesuai ketentuan yang kerap dipakai balap liar sudah sangat meresahkan masyarakat. Pihaknya akan selalu mengantisipasi dan menekan aksi tersebut dengan rutin melakukan razia.
 
Sejatinya knalpot Brong atau Racing digunakan hanya pada saat ada balapan Resmi bukan digunakan di jalanan umum, karena dapat mereshkan masyarakat.
 
Kapolres Bantaeng juga berpesan kepada Personil Lalu Lintas agar selalu menciptakan ketertiban di masyarakat dengan cara menindak para pengguna knalpot brong atau bising yang sering meresahkan masyarakat.
TokcerNews.com, Bantaeng - Jajaran Tim Satresnarkoba Polres Bantaeng berhasil mengamankan 2 orang yang diduga sebagai pengguna narkoba jenis sabu. Saat digerebek, mereka diduga lagi pesta sabu pada Jum'at, 18 September 2020 sekira pukul 17.00 WIT, tepatnya di Jalan Elang, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.
 
Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri ST,SH,MH saat dikonfirmasi oleh TokcerNews.com mengakui adanya penangkapan tersebut. "Kita mengamankan 2 orang terduga pelaku pengguna narkoba, pada hari Ju'mat di Kabupaten Bantaeng," ungkapnya, (21/9/2020).
 
Terungkapnya kasus tersebut, bermula pada Jum'at, 18 September 2020 sekira pukul 17.00 WIT, tepatnya di Jalan Elang, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng bahwa dirumah perempuan bernama Inisial  'I' (43 Tahun) di jalan Elang diduga sedang terjadi pesta sabu, ujar Kapolres Bantaeng.
 
Mendapatkan informasi tersebut, lanjut Kapolres menjelaskan, direspon cepat oleh Tim Satresnarkoba Polres Bantaeng yang dipimpin Kanit Idik 1 Satresnarkoba Polres Bantaeng, Aipda Saharuddin bersama tim langsung melakukan penggerebekan disertai penangkapan dan penggeledahan di rumah yang dimaksud sekira pukul 17.00 WITA.
 
Petugas menangkap seorang perempuan terduga pelaku bernama Inisial 'I' (43Tahun) merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada  Rumah Sakit Bantaeng, jelasnya.
 
"Ketika kita gerebek, perempuan 'I' (43 tahun) awalnya berusaha melakukan perlawanan dengan menutup pintu rumah ketika melihat petugas akan melakukan penangkapan, namun dengan sigap Tim berhasil membuka pintu dan melakukan penangkapan terhadap perempuan 'I'. Tim kemudian melanjutkan dengan melakukan penggeledahan dan berhasil juga mengamankan seorang lelaki bernama inisial ST alias O (39 tahun), yang di duga  sementara menghisap sabu di bagian dapur rumah tersebut," tegas AKBP Wawan Sumantri.
 
Tidak lama berlangsung, petugas menemukan alat bukti, yakni (satu) sacshet kristal bening diduga sabu 1 (satu) buah, kaca pireks berisi endapan sabu 1 (satu) buah, sendok sabu terbuat dari plastik 1 (satu) buah dan alat hisap Bong, jelasnya.
 
Ditambahkan Kapolres Bantaeng agar seluruh lapisan masyarakat ikut memerangi bahaya Narkoba, dengan cara berperan serta dalam memberikan informasi kepada Kepolisian untuk mencegah peredaran Narkotika di Kabupaten Bantaeng.
 
Selain itu peran serta orang tua dalam mengedukasi anak tentang bahaya Narkotika untuk kesehatan dan Hukum sangat diperlukan untuk menekan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. 
 
"Untuk pemeriksaan selanjutnya, kedua  para tersangka yang merupakan warga Jl. Elang, Bantaeng, kita amankan di Polres Bantaeng dan Pasal yang akan di terapkan 112,132,127 UU Narkotika No.35 tahun 2009 Ancaman hukuman 8 tahun penjara denda 1 milyar," tandas Wawan Sumantri.
Polri, TNI, dan Satpol PP dalam Operasi Yustisi di seputaran Pasar Sentral Bantaeng, Selasa (15/9/200). Fhoto Istimewa.
 
TokcerNews.com, Bantaeng - Ratusan warga yang tidak memakai masker, terkena razia oleh tim gabungan terdari dari Polri, TNI, dan Satpol PP dalam Operasi Yustisi di seputaran Pasar Sentral Bantaeng, Selasa (15/9/200). 
 
Sebelum pelaksanaan Operasi Yustisi itu, sebanyak 30 personil gabungan terlebih dahulu melaksanakan apel di Sekitaran Pasar Sentral Bantaeng yang dipimpin Kabag Ops Polres Bantaeng Kompol Jafar Tontong. 
 
Usai pelaksanaan apel, para personil langsung melaksanakan razia masker terhadap para pengendara motor maupun pengemudi mobil. Alhasil, beberapa pengguna jalan diamankan karena tidak memakai masker. 
 
Setelah diamankan para pengguna jalan yang terjaring razia karena tidak memakai masker itu pun langsung diarahkan kepada petugas satpo PP Kabupaten Bantaeng untuk dicatat namanya dan diberi hukuman sosial terukur. 
 
Dalam pelaksanaan kegiatan operasi ditemukan masyarakat pelanggar protokol kesehatan yang tidak menggunakan masker sebanyak 149 orang dan para pelanggar tersebut diberikan sanksi sosial dengan melakukan pembersihan terhadap fasilitas umum.
 
"Sanksi ini hanya sebagai langkah pembinaan saja," ucap salah seorang petugas Satpol PP Kabupaten Bantaeng. 
 
Sementara itu, Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri ST,SH,MH mengatakan  operasi Yustisi yang dilaksanakan dalam menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia terkhusus di Kabupaten Bantaeng. 
 
Menurutnya, pelaksanaan Operasi Yustisi ini turut melibatkan TNI dan pemerintah Kabupaten Bantaeng. Operasi yustisi ini akan yang dilaksanakan sampai batas waktunya tidak ditentukan.
 
"Dalam Operasi Yusitisi ini petugas akan memberikan tindakan atau sanksi sebagai tindak pembelajaran kepada masyarakat yang tidak memakai masker, tentu dengan cara yang humanis" terangnya. 
 
"Oleh karena itu masyarakat dapat mematuhi imbauan pemerintah dengan selalu mengedepankan 3M yakni menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, mencuci tangan dan menjaga jarak," sebutnya.

Warga Temukan Mayat Bayi di Tepi Pantai Kaili

foto ilustrasi.
 
TokcerNews.com, Bantaeng, Jasad seorang bayi ditemukan di tepi pantai Kaili, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (14/9),sekira pukul 15.30 Wita. Korban berjenis kelamin laki - laki ini ditemukan dalamkondisi tergeletak di atas bebatuan.
 
Penemuan mayat bayi ini menggegerkan warga Kampung Kaili, Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.
 
Mayat bayi malang ini pertama kali ditemukan warga Kampung Kaili, oleh Muzakir, seorang nelayan yang hendak menepikan perahunya. Saat mengecek perahu berada di Bibir Pantai.
 
"Sore itu air laut sedang surut. Dalam perjalanan ke daratan menuju pulang kerumah melihat orok Bayi dalam keadaan loncos, "kata Muzakir kepada wartawan. 
 
Sontak penemuan mayat bayi ini di laporkan Muzakir kepada Ketua RT II Kampung Kaili dan Ketua RT diteruskan ke aparat setempat Babinkamtibmas Polsek Bissappu.
 
Kapolsek Bissappu Iptu Baharuddin bersama personil yang mendapati laporan penemuan bayi ini, langsung mendatangi lokasi kejadian dan olah TKP, melakukan identifikasi bersama tim Inavis Polres Bantaeng dan BSB. 
 
Selain itu, Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri ST,SH,MH juga memberikan penjelasan bahwa Personil Polres Bantaeng dan Polsek Bissappu mengumpulkan seluruh keterangan dari warga dalam hal menemukan Petunjuk.
 
"Untuk kepentingan penyelidikan, polisi mengevakuasi jasad bayi itu ke Rumah Sakit Umum RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, "jelasnya. 
 
Hasil pemeriksaan BSB dan Polisi di TKP, diduga bayi diperkirakan lahir Prematur (7bulan).
 
"Peran serta masyarakat dalam memberikan informasi sangat dibutuhkan dalam mengungkap kejadian penemuan mayat di Kampung kaili, "imbuhan Kapolres Bantaeng.


Page 1 of 3

Media Siber Tokcernews.com, adalah media siber yang hadir untuk menyajikan informasi fakta, terhangat, terkini, dan terpopuler demi melayani kebutuhan masyarakat pembaca dalam peran sertanya membangun bangsa.

Tautan Informasi

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree