Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah saat memberi sambutan pada Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Sulawesi Selatan. (Fhoto: Istimewa). 
 
TokcerNews.com, Bantaeng - Alumnus Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan diminta untuk memiliki loyalitas pengabdian pada bangsa dan negara. Karena hal ini yang paling penting.
 
"Bukan pada personal, silaturahmi harus tetap kita jaga, tetapi loyalitas itu penting sekali. Saya kira kalau ini kita lakukan, pemerintahan ini luar biasa, dan percepatan pembangunan akan kita capai sangat luar biasa," kata Nurdin Abdullah.
 
Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah saat memberi sambutan pada Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, Sabtu, 10 Oktober 2020.
 
Adapun yang dilantik sebagai Ketua untuk periode 2020-2025, Ilhamsyah Azikin yang juga Bupati Bantaeng saat ini.
 
Hadir juga Ketua DPN IKAPTK yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Drs. Akmal Malik.
 
Bukan hanya loyalitas, tetapi bekerja profesional turut sama pentingnya. Profesional melaksanakan tugas dan penuh integritas. Dengan kualitas seperti ini maka sumber daya manusia tersebut tenaga dan kontribusinya akan tetap dan terus digunakan dalam pemerintahan, tidak menjadi korban politik. 
 
"Insyaallah karena integritas kita, profesionalisme kita, kita akan terpakai, tidak akan pernah kita menjadi korban politik," sebutnya.
 
Ia menyebutkan Pilkada dapat memakan korban, terutama bagi yang tidak paham pemerintahan. 
 
"Harusnya, selesai Pilkada, sama apa yang dilakukan Pak Bupati Bantaeng, kepala dinasnya masih itu-itu saja. Karena memang saya ajak untuk tidak ikut berpolitik, saya ingatkan siapa yang ikut berpolitik pada saatnya nanti anda akan merasakan (akibatnya)," ujarnya.
 
Ia mengakui bahwa alumni IPDN adalah gudang orang-orang ahli pemerintahan, mereka sangat diperlukan dalam mengurus negara yang kaya sumber daya ini.
 
"Tinggal mengurus negara ini dengan benar, pemerintah hadir, masyarakat mau berubah untuk kemajuan," ucapnya.
 
Beberapa hal lain yang juga disampaikan pemerintah provinsi adalah wakil dari pemerintah pusat, pemerintaj provinsi mensupport pemerintah daerah, dan Sulsel pekan ini keluar dari zona merah Covid-19.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kongres Provinsi IKAPTK Sulawesi Selatan dengan mengangkat tema Solid dan Sinergi Membangun Negeri ini dimulai 8- 10 Oktober 2020.
 
Kongres diawali dengan kegiatan seminar nasional dengan Tema Berpemerintahan di Masa Pandemi.
Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah dan Bupati Bantaeng, DR, Ilham Azikin, Iptu Suhardi Kapolsek Tompobulu, Jadi Khatib Jumat di masjid Raodathul Atfal Banyorang. Fhoto: dok TokcerNews.com. Istimewa.   
 
TokcerNews.com, Bantaeng - Sebagai umat manusia kita diharap bisa Saling memberi kebaikan dan keselamatan agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang tentram dan damai.
 
Materi itulah yang disampaikan oleh Kapolsek Tompobulu Iptu Suhardi saat menjadi khatib sholat Jumat di masjid Raodathul Atfal Banyorang, Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pada Jumat (18/09/2020).
 
Dalam sholat jumat yang turut dihadiri oleh Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah dan Bupati Bantaeng DR. Ilham Azikin, Iptu Suhardi menitipkan pesan agar selalu menerpakan Protokol Kesehatan. 
 
Sementara itu, selesainya salat berjemaah, Kapolsek Tompobulu Polres Bantaeng, Iptu Suhardi berkesempatan memberikan imbauan tambahan kepada para jemaah.
 
“Apa saja yang harus dipatuhi oleh kita semua? Yakni wajib memakai masker terutama ketika di luar rumah, selalu jaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan tetap menerapkan pola hidup sehat,” tegas Iptu Suhardi .
"Ibu Bupati luar biasa aktif sekali untuk ingin memulihkan kehidupan masyarakat Lutra"
 
TokcerNews.com, Lutra - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah dan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang Lutra di Dusun Panampung, Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kamis, 17 September 2020.
 
Huntap yang akan dibangun oleh Pemprov Sulsel pada tahap pertama ini sebanyak 50 unit dengan tipe 36.
 
Diketahui banjir bandang dan tanah longsor ini yang terjadi pada 13 Juli lalu ini terjadi dan terdampak pada 39 desa/kelurahan, yang tersebar di enam kecamatan. 
 
"Jadi ini sebuah kemajuan dalam rangka rehabilitasi pasca bencana (banjir) Luwu Utara. Ibu Bupati luar biasa aktif sekali untuk ingin memulihkan kehidupan masyarakat Lutra, khususnya yang di Masamba, di Radda ini. Provinsi hari ini kita telah meletakkan batu pertama pembangunan rumah hunian tetap,  provinsi bantu 50 unit dan ini dibangun hanya 2,5 hari," kata Nurdin Abdullah. 
 
Ia menyampaikan bahwa pembangunan Huntap dilakukan oleh Pemprov untuk tahap awal untuk menstimulus Pemerintah Pusat juga turut serta membantu dan membangun. Pihak swasta juga diundang untuk turut membantu melalui program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan. Kebutuhan rumah 1.295 unit ditargetkan akan dapat selesai enam bulan. 
 
"Jadi sebenarnya masih kurang. Tetapi, insyaallah kita akan mencoba menggerakkan hati semua elemen masyarakat. Termasuk beberapa perusaahn besar yang kira -kira bisa memanfaatkan CSRnya," 
 
Satu unit rumah ini dibangun dengan anggaran Rp50 juta perunit. Dengan standar layak huni dengan fasilitas seperti ruang tamu, dua kamar.
 
Sedangkan Indah Putri Indriani mengapresiasi langkah Pemprov Sulsel, kebijakan yang diberikan membantu dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Luwu Utara, khususnya terkait hunian sementara dan hunian tetap. 
 
Demikian juga dengan Pemerintah Pusat melalui PUPR dan BNPB telah melakukan esesmen dan menyempurnakan data atau dokumen lain yang dibutuhkan. 
 
"Harapan kita dengan dimulainya peletakan batu pertama hunian tetap ini. Maka ini tidak ada lagi kata berhenti tidak ada jeda untuk kemudian memastikan dalam enam bulan mudah-mudahan sudah dapat kita bangun lagi," ujarnya. 
 
Selanjutnya Gubernur Sulsel dan Bupati Luwu juga melakukan peletakan batu pertama Huntap Jamaah Rama Radda. Dimana akan dibangun oleh Pemprov untuk Huntapnya dan lahan disediakan oleh Jamaah.
"Saya punya program prioritas, orang pulau menjadi sejahtera,  mau jadi perawat, mau jadi guru, ini semua kami prioritaskan" 
 
TokcerNews.com, Makassar  - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, bersama GM MOR VII Sulawesi PT Pertamina, Rama Suhut, membahas beasiswa bagi anak-anak yang berasal dari pulau. Pertamina dan Pemprov Sulsel akan mengarahkan anggaran CSR dari Pertamina untuk beasiswa bagi masyarakat asli pulau. 
 
Gubernur menjelaskan, selama ini dana CRS belum terarah dengan baik, tapi di masa kepemimpinan dirinya, dana CSR betul-betul dirasakan bagi masyarakat Sulsel. 
 
Untuk tahun 2021 mendatang, Pemprov Sulsel akan mengarahkan anggaran CSR dipusatkan untuk masyarakat pulau. Diketahui, Sulsel sendiri memiliki 330 pulau. Selama ini pulau-pulau sangat jarang sekali disentuh pemerintah. 
 
"Tapi CSR nya bagus. Memang di masa kita terasa sekali. Kita sekarang mulai sentuh pulau, karena memang kita lihat selama ini pulau itu terlupakan. Jadi APBD kita ini cuman berpikir di daratan saja,  ternyata ada saudara-saudara kita disana," jelasnya. 
 
Olehnya itu, Nurdin Abdullah berpikir akan lebih baik untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pulau dengan mendorong untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), lewat menyekolahkan anak-anak pulau. 
 
"Saya punya program prioritas, orang pulau menjadi sejahtera,  mau jadi perawat, mau jadi guru, ini semua kami prioritaskan," ungkapnya. 
 
Menurut dia, selama ini banyak tenaga kesehatan maupun tenaga guru yang ditempatkan di pulau-pulau, namun tidak bisa bertahan lama. "Kalau kita tempatkan dokter, paling betah satu dua hari," ujarnya. 
 
Mendengar hal tersebut, GM MOR VII Sulawesi PT Pertamina (Persero), Rama Suhut, mengaku, memang PT Pertamina sangat peduli dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di pulau-pulau. 
 
"Untuk CSR kami akan peduli lingkungan dan usaha kecil dan juga bencana. Khusus untuk pulau-pulau mungkin anggaran CSR nya bisa untuk beasiswa bagi orang-orang yang tinggal di kepulauan," ungkapnya. 
 
Menurut, Rama Suhut, melihat kebutuhan tenaga guru, perawat maupun dokter sudah seharusnya mensupport beasiswa bagi masyarakat pulau. 
 
"Memang harus disekolahkan yang asli di sana. Kalau sudah selesai S1, S2 nanti kembali lagi," tutupnya. 
"Hal ini merupakan wujud kerja nyata, komitmen dan kerja sama serta sinergitas antara pihak legislatif dan eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Sulawesi Selatan"
 
TokcerNews.com, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah melakukan pendandatanganan bersama DPRD Sulsel Terkait Nota Kesepakatan terhadap Rancangan Awal Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 di Kantor DPRD Sulsel, Senin, 14 Desember 2020.
 
Selain itu, Gubernur juga menyampaikan penjelasan terhadap tiga Ranperda. Yakni, Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020; Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020-2040; dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Pelindungan Masyarakat.
 
"Hal ini merupakan wujud kerja nyata, komitmen dan kerja sama serta sinergitas antara pihak legislatif dan eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Sulawesi Selatan," kata Nurdin Abdullah dalam sambutannya. 
 
Penyusunan Rancangan Awal Perubahan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 dipengaruhi adanya salah satu persoalan, yaitu pandemi Covid-19 yang mewabah ke seluruh dunia, begitu pula di Indonesia dan juga di Provinsi Sulawesi Selatan.
 
Dengan adanya pandemi Covid-19 tersebut memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara nasional maupun di Sulawesi Selatan terutama pada sektor ketenagakerjaan dan perdagangan. 
 
Gubernur menyampaikan, pada triwulan II pertumbuhan ekonomi secara nasional menurut provinsi, hanya dua dari 34 provinsi yang mengalami pertumbuhan positif, yaitu hanya Provinsi Papua dan Papua Barat. Untuk Sulawesi Selatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar -3,87 persen. 
 
Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan triwulan II-2020 (y-on-y), sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 0,73 persen, diikuti Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 0,55 persen.
 
Sedangkan kategori Transportasi dan Pergudangan merupakan lapangan usaha yang paling dominan terhadap kontraksi ekonomi Sulawesi Selatan. 
 
Untuk menghadapi berbagai persoalan dan tantangan tersebut, Gubernur menyebutkan perlu strategi antara lain pelaksanaan program padat karya pembangunan infrastruktur dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan daya beli masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan aksesibilitas yang mendukung distribusi barang dan jasa. 
 
"Hal tersebut sangat kita perlukan apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini," sebutnya. 
 
Guna mendukung strategi tersebut, perlu mengoptimalkan implementasi kebijakan pembangunan lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan multidimensi sehingga diharapkan pada tahun 2023 dapat mencapai target-target pembangunan yang menjadi bagian Perubahan RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 dan selaras dengan target-target makro yang terdapat dalam RPJMN Tahun 2020-2024.
 
"Sehingga apa yang diharapkan di tahun 2023 secara perlahan namun pasti kita dapat mewujudkan Visi Sulawesi Selatan Yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif, dan Berkarakter," ujarnya. 
 
Melalui program membuka daerah-daerah terisolir di Sulawesi Selatan tetap menjadi prioritas di dalam Perubahan RPJMD termasuk tetap melanjutkan pembangunan akses jalan daerah terisolir di beberapa wilayah, daerah perbatasan dan daerah kepulauan termasuk penyediaan fasilitas sarana air bersih dan mendorong pemanfaatan potensi desa/pulau untuk pengembangan energi listrik sebagai sumber penerangan bagi masyarakat yang berada dipelosok dan bermukim di pulau-pulau.
 
"Masalah energi listrik dan air minum menjadi kewajiban untuk dicarikan solusi dalam RPJMD yang kita revisi ini," uajrnya. 
 
Selanjutnya sebagai upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di semua wilayah dan mendorong agar usaha UMKM bisa berkembang mulai dari proses produksi hingga pemasaran, Pemerintah Provinsi juga tetap mendorong pembangunan Rest Area di lokasi strategis, pengembangan kawasan Industri yang selain akan membuka lapangan pekerjaan juga akan memberikan kesempatan berusaha bagi masyarakat.

Nurdin Abdullah Pemateri di Sespimti Polri

"Kami membagi tugas dengan TNI dan Kepolisian. Masing-masing kerja berdasarkan fungsi dan tugas pokok"
 
TokcerNews.com, Makassar - Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah menjadi pemateri di Sespimti Polri melalui media virtual, Senin 14 September 2020.
 
Nurdin Abdullah memberi materi tentang penanganan covid 19 di Kantor Gubernur Sulsel untuk peserta dan pembina di Pusdiklat Polri di Lembang, Jawa Tengah.
 
Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri yang ikuti kuliah virtual dengan Nurdin Abdullah ini adalah para calon pimpinan Polri di masa yang akan datang. Mereka terdiri atas delapan orang; enam orang berpangkat Kombes Pol dan dua orang berpangkat Kolonel. 
 
Di hadapan peserta Sespimti Polri yang dipandu Kombes Pol Oktavianus Marthin itu, Nurdin Abdullah menjelaskan tentang penanganan wabah covid 19 di Sulsel.
 
Nurdin Abdullah menjelaskan, penanganan covid 19 di Sulsel, pemerintah kolaborasi dengan anggota forkompinda. "Kami membagi tugas dengan TNI dan Kepolisian. Masing-masing kerja berdasarkan fungsi dan tugas pokok," jelas Nurdin Abdullah.
 
Menurut Nurdin Abdullah, penanganan covid di Sulsel dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, bagi pasien positif covid tanpa gejala, mereka dikarantina di hotel. Mereka diperbaiki gizi dengan pola memberi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Kedua, pasien positif dengan gejala sakit dirawat di rumah sakit.
 
Dua metode penanganan covid di Sulsel, jelas Nurdin Abdullah, mempercepat proses penyelesaian penyebaran covid 19 di Sulsel.
 
Sekarang jelas Nurdin Abdullah, gugus tugas terus melakukan tracing, testing dan edukasi yang dilakukan secara masif di seluruh wilayah Sulsel. Kegiatan ini didukung dua mobil PCR dan enam laboratorium dengan kemampuan 4.000 spesimen per hari.
 
Kuliah virtual ini lebih banyak diisi dengan tanya jawab. Banyak hal yang dibahas termasuk manajemen keuangan, penanganan pertanian, dan kerjasama kabupaten kota.
Page 1 of 7

Media Siber Tokcernews.com, adalah media siber yang hadir untuk menyajikan informasi fakta, terhangat, terkini, dan terpopuler demi melayani kebutuhan masyarakat pembaca dalam peran sertanya membangun bangsa.

Tautan Informasi

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree