-->

Pemkab Pansel Sosialisasikan Perda Nomor 6 tahun 2020 Tentang Kebiasaan Baru

Jumat, 16 Oktober 2020 18:56  
Melalui Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid19, mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Sumbar Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona. Istimewa Fhoto. (Nasrul TOKCERNEWS/ HO-dok: Pemkab Pansel).
 
TokcerNews.com, Pesisir Selatan - 
Painan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), melalui Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid 19, mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Sumbar Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, kepada sejumlah pemangku kepentingan, selama dua hari Kamis dan Jumat (15-16/10) di Painan.
 
Sekretaris Satgas penanganan Covid 19, Dailipal, S.Sos, M.Si menyampaikan, bertindak sebagai narasumber, pada kegiatan tersebut, Pjs Bupati Pesisir Selatan, Mardi dan Dandim 0311 yang diwakili Danramil IV jurai Kapten. Arh Hengki Gustian, Kapolres Pesisir Selatan, yang diwakili Kasat Reskrim, Allan Budi Kusuma. 
 
Dikatakan Dailipal, sosialisasi disampaikan kepada seluruh kepala madrasah negeri dan swasta serta penyuluh agama, pada Kamis (15/10) di Painan Convention Centre (PCC).
 
Sedangkan, pada hari ini Jumat (16/10) di tempat yang sama dilakukan dua tahap, tahap pertama, dilaksanakan pukul 9.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, diikuti oleh seluruh wali nagari, kemudian pada siang hari sosialisasi diberikan kepada kepala SMP, SMA dan SMK serta koodinator pendidikan SD tingkat Kecamatan.
 
Dalam pemaparannya, PJs Bupati Pesisir Selatan, Mardi menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan penanganan covid 19, seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam beraktifitas.
 
Lebih lanjut disampaikan Mardi, sesuai pasal 101 Perda Nomor 06 tahun 2020, setiap yang tidak memakai masker dikenakan sanksi administrasi mulai dari teguran lisan hingga denda Rp100 ribu, jika pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali dapat dipidana kurungan dua hari atau denda paling banyak Rp 250 ribu.
 
Selain mencantumkan sanksi bagi perorangan, Perda 06 juga memberikan sanksi kepada penanggungjawab kegiatan/ usaha yang melanggar kewajiban penerapan protokol kesehatan. "Penanggung jawab kegiatan/usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan diberi sanksi administrasi mulai teguran lisan sampai denda administrasi Rp500 ribu dan sanksi pidana kurungan satu bulan atau denda paling banyak Rp15 juta,"tegas Mardi.
 
Dalam kesempatan itu, PJs Bupati Mardi mengharapkan kepada kepala sekolah, serta penyuluh agama maksimal menyosialisasikan Perda ini agar semua masyarakat mengetahui dan dapat melaksanakan protokol kesehatan. 
 
"Kita berharap semua masyarakat patuh dengan protokol kesehatan, sehingga tidak ada yang terkena sanksi administrasi atau pidana," harap Mardi.(Nrl).
  • Social network:

Komentar Anda

Media Siber Tokcernews.com, adalah media siber yang hadir untuk menyajikan informasi fakta, terhangat, terkini, dan terpopuler demi melayani kebutuhan masyarakat pembaca dalam peran sertanya membangun bangsa.

Tautan Informasi

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree