Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah (kiri) dan Plt Kadis DKP Sulsel juga dijabat Sekretaris Dinas Hary Rustam Tawainella (kanan). FOTO: ISTIMEWA.
 
TokcerNews.com, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menyerahkan surat keputusan terkait penetapan Pelaksana Tugas (Plt) kepala dinas untuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Sulsel serta Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Kamis, 5 November 2020.
 
Untuk Dinas Peternakan dan Keswan Sulsel Plt Kadis dijabat oleh Sekretaris Dinas Abdul Muas, sedangkan untuk Plt Kadis DKP Sulsel juga dijabat Sekretaris Dinas Hary Rustam Tawainella.
 
Kesempatan ini juga dijadikan untuk memberikan arahan kepada jajaran pejabat dinas di kantor masing-masing. 
 
Nurdin Abdullah mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan oleh kepala dinas sebelumnya. Penyerahan tugas kepada sekretaris dinas agar roda pemerintahan terus berjalan. Diharapkan juga sesegera mungkin untuk menyusun perencanaan tahun 2021 dengan berbagai inovasi program. 
 
"Dua SKPD ini kita coba dorong, karena bagaimanapun juga tantangan kita ke depan. Kebutuhan daging misalnya untuk perternakan. Sementara kita punya lahan yang sangat luas, potensi buat ranch (peternakan)," kata Nurdin Abdullah. 
 
Demikian juga potensi di pesisir cukup besar. Di pulau-pulau, dinas perikanan juga mempunyai tanggung jawab besar, bagaimana nelayan bisa sejahtera.  
 
"Saya hadir sebagai gubernur untuk memberikan tugas kepada pelaksana tugas untuk menyusun rencana ke depan yang bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat kita.  Baik di masyarakat nelayan,  maupun masyarakat yang ada di pedesaan," imbuhnya. 
TokcerNews.com, Makassar - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen year on year. Sehingga Indonesia secara resmi masuk dalam resesi. Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 juga terkontraksi. 
 
Secara kuartalan ekonomi tumbuh 5,05 persen, secara kumulatif masih tekontraksi 2,03 persen. Pada kuartal II pertumbuhan ekonomi tekontraksi 5,32 persen. 
 
Beberapa dampak yang mungkin terjadi setelah Indonesia masuk resesi diantaranya akan terjadi penurunan pendapatan kelompok menengah bawah secara signifikan. 
 
Sedangkan untuk Sulawesi-Selatan pertumbuhan ekonomi Q-to-Q triwulan III terhadap triwulan II itu tumbuh 8,18 persen. Jika dibandingkan angka nasional 5,05 persen, maka kecepatan pemulihan ekonomi di triwulan III untuk Sulsel jauh lebih cepat dibandingkan secara rata-rata nasional. 
 
Mometum ini yang sangat baik ini, menjadi optimisme untuk tumbuh di triwulan ke IV yang sedang berlangsung. 
 
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah sendiri percaya bahwa Provinsi Sulsel dapat melewati masa resesi ini, bahkan bisa memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang positif bagi Indonesia. Meski resesi, pemulihan ekonomi dan perekonomian sudah mulai terlihat.
 
"Saya sampaikan berkali-kali bahwa Sulsel itu dari krisis ke krisis Sulsel punya daya tahan tersendiri. Kenapa, karena kita di sektor pangan. Oleh karena itu saya ingatkan pada kita semua. Sulsel ini harus memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional," kata Nurdin Abdullah di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, 5 November 2020.
 
Ia optimis bisa dilalui berkaca dari berbagai pengalaman krisis di masa lalu dengan kekuatan yang dimiliki di sektor pertanian.
 
"Saya kira kita tidak usah pesimis, kita optimis, bukan hanya Sulsel dan Indonesia. Semua negara mengalami kontraksi yang cukup kuat, makanya kita bersyukur sebagai negara agraris. Karena tidak ada satupun manusia di dunia yang menunda makan," sebutnya. 
 
Selain Indonesia negara lain juga mengalami resesi seperti, Amerika Serikat, Uni Eropa, Hongkong, Singapura dan Korea Selatan.(*).
TokcerNews.com, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mengapresiasi program pembuatan kapal Rooll Of Rooll (Roro) Kementerian Perhubungan untuk masyarakat Sulsel. 
 
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan terimakasih banyak kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang begitu tahu betul apa yang menjadi kebutuhan kita di Sulsel," ujarnya, di Kawasan PT IKI, Rabu, 4 November 2020. 
 
Nurdin Abdullah menjelaskan, dari 24 Kabupaten Kota di Sulsel, setidaknya ada 330 daerah kepulauan, dan terbanyak di Kabupaten Kepulauan Selayar. Terkhusus untuk dua pulau dan satu kabupaten di Sulsel yakni Selayar, Danau Matano, dan Danau Towuti, sudah dibuatkan Kapal Penyebrangan khusus dengan kapasitas yang berbeda dari Kementerian Perhubungan RI. 
 
"Pemprov Sulsel menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan dan PT IKI karena tepat hari ini, kita sama-sama meluncurkan Kapal Roro untuk masyarakat Kepulauan Selayar dengan kapasitas 500 GT," jelasnya.
 
Mewakili seluruh masyarakat Sulsel, khususnya Kabupaten Selayar, Nurdin Abdullah mengucap syukur dengan adanya kapal ini. Pasalnya, kapal ini akan mempermudah pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, untuk menyeberangkan kendaraannya dari Selayar-Bira maupun Bira-Selayar.
 
"Dengan kehadiran kapal Roro ini, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan, baik dari Selayar ke Bira maupun dari Bira ke Selayar," imbuhnya. 
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah saat memberi sambutan pada Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Sulawesi Selatan. (Fhoto: Istimewa). 
 
TokcerNews.com, Bantaeng - Alumnus Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan diminta untuk memiliki loyalitas pengabdian pada bangsa dan negara. Karena hal ini yang paling penting.
 
"Bukan pada personal, silaturahmi harus tetap kita jaga, tetapi loyalitas itu penting sekali. Saya kira kalau ini kita lakukan, pemerintahan ini luar biasa, dan percepatan pembangunan akan kita capai sangat luar biasa," kata Nurdin Abdullah.
 
Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah saat memberi sambutan pada Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, Sabtu, 10 Oktober 2020.
 
Adapun yang dilantik sebagai Ketua untuk periode 2020-2025, Ilhamsyah Azikin yang juga Bupati Bantaeng saat ini.
 
Hadir juga Ketua DPN IKAPTK yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Drs. Akmal Malik.
 
Bukan hanya loyalitas, tetapi bekerja profesional turut sama pentingnya. Profesional melaksanakan tugas dan penuh integritas. Dengan kualitas seperti ini maka sumber daya manusia tersebut tenaga dan kontribusinya akan tetap dan terus digunakan dalam pemerintahan, tidak menjadi korban politik. 
 
"Insyaallah karena integritas kita, profesionalisme kita, kita akan terpakai, tidak akan pernah kita menjadi korban politik," sebutnya.
 
Ia menyebutkan Pilkada dapat memakan korban, terutama bagi yang tidak paham pemerintahan. 
 
"Harusnya, selesai Pilkada, sama apa yang dilakukan Pak Bupati Bantaeng, kepala dinasnya masih itu-itu saja. Karena memang saya ajak untuk tidak ikut berpolitik, saya ingatkan siapa yang ikut berpolitik pada saatnya nanti anda akan merasakan (akibatnya)," ujarnya.
 
Ia mengakui bahwa alumni IPDN adalah gudang orang-orang ahli pemerintahan, mereka sangat diperlukan dalam mengurus negara yang kaya sumber daya ini.
 
"Tinggal mengurus negara ini dengan benar, pemerintah hadir, masyarakat mau berubah untuk kemajuan," ucapnya.
 
Beberapa hal lain yang juga disampaikan pemerintah provinsi adalah wakil dari pemerintah pusat, pemerintaj provinsi mensupport pemerintah daerah, dan Sulsel pekan ini keluar dari zona merah Covid-19.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kongres Provinsi IKAPTK Sulawesi Selatan dengan mengangkat tema Solid dan Sinergi Membangun Negeri ini dimulai 8- 10 Oktober 2020.
 
Kongres diawali dengan kegiatan seminar nasional dengan Tema Berpemerintahan di Masa Pandemi.
Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah dan Bupati Bantaeng, DR, Ilham Azikin, Iptu Suhardi Kapolsek Tompobulu, Jadi Khatib Jumat di masjid Raodathul Atfal Banyorang. Fhoto: dok TokcerNews.com. Istimewa.   
 
TokcerNews.com, Bantaeng - Sebagai umat manusia kita diharap bisa Saling memberi kebaikan dan keselamatan agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang tentram dan damai.
 
Materi itulah yang disampaikan oleh Kapolsek Tompobulu Iptu Suhardi saat menjadi khatib sholat Jumat di masjid Raodathul Atfal Banyorang, Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pada Jumat (18/09/2020).
 
Dalam sholat jumat yang turut dihadiri oleh Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah dan Bupati Bantaeng DR. Ilham Azikin, Iptu Suhardi menitipkan pesan agar selalu menerpakan Protokol Kesehatan. 
 
Sementara itu, selesainya salat berjemaah, Kapolsek Tompobulu Polres Bantaeng, Iptu Suhardi berkesempatan memberikan imbauan tambahan kepada para jemaah.
 
“Apa saja yang harus dipatuhi oleh kita semua? Yakni wajib memakai masker terutama ketika di luar rumah, selalu jaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan tetap menerapkan pola hidup sehat,” tegas Iptu Suhardi .
"Ibu Bupati luar biasa aktif sekali untuk ingin memulihkan kehidupan masyarakat Lutra"
 
TokcerNews.com, Lutra - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah dan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang Lutra di Dusun Panampung, Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kamis, 17 September 2020.
 
Huntap yang akan dibangun oleh Pemprov Sulsel pada tahap pertama ini sebanyak 50 unit dengan tipe 36.
 
Diketahui banjir bandang dan tanah longsor ini yang terjadi pada 13 Juli lalu ini terjadi dan terdampak pada 39 desa/kelurahan, yang tersebar di enam kecamatan. 
 
"Jadi ini sebuah kemajuan dalam rangka rehabilitasi pasca bencana (banjir) Luwu Utara. Ibu Bupati luar biasa aktif sekali untuk ingin memulihkan kehidupan masyarakat Lutra, khususnya yang di Masamba, di Radda ini. Provinsi hari ini kita telah meletakkan batu pertama pembangunan rumah hunian tetap,  provinsi bantu 50 unit dan ini dibangun hanya 2,5 hari," kata Nurdin Abdullah. 
 
Ia menyampaikan bahwa pembangunan Huntap dilakukan oleh Pemprov untuk tahap awal untuk menstimulus Pemerintah Pusat juga turut serta membantu dan membangun. Pihak swasta juga diundang untuk turut membantu melalui program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan. Kebutuhan rumah 1.295 unit ditargetkan akan dapat selesai enam bulan. 
 
"Jadi sebenarnya masih kurang. Tetapi, insyaallah kita akan mencoba menggerakkan hati semua elemen masyarakat. Termasuk beberapa perusaahn besar yang kira -kira bisa memanfaatkan CSRnya," 
 
Satu unit rumah ini dibangun dengan anggaran Rp50 juta perunit. Dengan standar layak huni dengan fasilitas seperti ruang tamu, dua kamar.
 
Sedangkan Indah Putri Indriani mengapresiasi langkah Pemprov Sulsel, kebijakan yang diberikan membantu dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Luwu Utara, khususnya terkait hunian sementara dan hunian tetap. 
 
Demikian juga dengan Pemerintah Pusat melalui PUPR dan BNPB telah melakukan esesmen dan menyempurnakan data atau dokumen lain yang dibutuhkan. 
 
"Harapan kita dengan dimulainya peletakan batu pertama hunian tetap ini. Maka ini tidak ada lagi kata berhenti tidak ada jeda untuk kemudian memastikan dalam enam bulan mudah-mudahan sudah dapat kita bangun lagi," ujarnya. 
 
Selanjutnya Gubernur Sulsel dan Bupati Luwu juga melakukan peletakan batu pertama Huntap Jamaah Rama Radda. Dimana akan dibangun oleh Pemprov untuk Huntapnya dan lahan disediakan oleh Jamaah.
Page 1 of 8

Media Siber Tokcernews.com, adalah media siber yang hadir untuk menyajikan informasi fakta, terhangat, terkini, dan terpopuler demi melayani kebutuhan masyarakat pembaca dalam peran sertanya membangun bangsa.

Tautan Informasi

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree