Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin. Foto: Istimewa. (TOKCERNEWS/ Dok: Pemprov Sulsel). 
 
TOKCERNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin kembali menunjukkan atensi dan asksi untuk mendukung perbaikan sarana dan pelayanan kesehatan di Sulsel khusunya untuk pasien pengidap panker. Setelah berbulan-bulan menyiapakn sarana dan berbagai fasilitas penunjang, akhirnya Kantor YKI Sulsel sekaligus klinik pengobatan kanker resmi beroperasi di tanggal 7 November yang bertepatan dengan ulang tahun sang suami, Gubernur Prof. HM Nurdin Abdullah.
 
Klinik yang terletak di Jalan Lanto Daeng Pasewang ini menyediakan fasilitas konseling bagi pengidap kanker, layanan deteksi dini kanker, apotek, laboratorium dengan suasana yang dirancang nyaman dan berkesan homey bagi para pasien kanker. 
 
“Tujuannya pasien kanker stadium awal bisa datang dan berkonsultasi dengan nyaman, dengan sarana penunjang yang cukup lengkap karena ada laboratorium apotik dengan obat-obat kanker yang dapat diperoleh dengan dukungan BPJS Kesehatan Kota Makassar, juga ada poli umum dan bagian Kesehatan gigi dan mulut juga,” kata Lies saat memberi sambutan pada pembukaan Kantor YKI Sulsel.
 
Pada kesempatan ini, Lies menyebutkan akan kembali bekerjasama dengan Pemprov Sulsel agar diberikan bantuan peralatan deteksi dini kanker yang lebih canggih sehingga pasien dapat mengetahui hasil diagnosis tak lebih dari satu jam.
 
“Kami bermohon agar Pemprov Sulsel dapat memberikan kami bantuan alat pendeteksi dini kanker agar pasien dapat tahu hasil diagnosis dalam satu jam,” sebutnya.
 
Dalam kesempatan ini, Lies Bersama Direktur BPJS Makassar Kota Makassar melaksanakan penandatanganan MoU dalam penyediaan obat-obat khusus kanker agar bisa diperoleh pasien dengan bantuan BPJS.
 
“Kami berharapa kami dibantu dengan diskon obat-obat kanker yang umumnya hanrganya tidak murah dengan diskon yang cukup besar,” kata Lies.
 
Dalam kegiatan ini, Nurdin Abdullah didampingi wakilnya dan jajaran Forkopimda dan para direktur rumah sakit daerah provinsi hadir meresmikan dan menandatagi prarasti pembukaan Kantor Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sulsel yang sekaligus menjadi klinik bagi pengidap kanker stadium awal.
 
Nurdin Abdullah dalam arahannya, mengapresiasi Langkah direktur YKI Sulsel membuka kantor yang sekaligus dimanfaatkan sebagai klinik konsultasi dan epngobatan bagi pengidap kanker staium awal. Nantinya , Gubernur Bersama wakilnya akan menyediakan rumah singgah bagi para pasien kanker yang berasal dari kota Makassar.
 
“Saya Bersama Pak Wagub akan meberikan fasilitas rumah singgah bagi para pasien kanker khusus yang dari daerah, semoga YKI bisa menghadirkan layanan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena kanker,”kata Nurdin Abdullah.
 
Ia yakin, dengan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak yang turut mendukung tersedianya pelayanan bagi pasien kanker stadium awal ini, YKI Sulsel dapat berbuat lebih banyak.
Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah bersama Forkopimda Sulsel secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan Gedung Twin Tower. FOTO: Istimewa (TOKCERNEWS/Dok:  Pemprov Sulsel). 
 
TOKCERNEWS.COM, MAKASSAR -Gubernur Sulawesi Selatan bersama Forkopimda Sulsel secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan Gedung Twin Tower Provinsi Sulsel di Kawasan Center Point of Indonesia, Sabtu, 7 November 2020.
 
Gedung ini akan menjadi gedung terintegrasi dimana akan Kantor Gubernur Sulsel, DPRD Sulsel serta Bupati/Wali Kota se-Sulsel disertai dengan fasilitas lengkap lainnya seperti mal, hotel dan restoran.
 
"Saya kira untuk membangun Sulsel ke depan mudah, karena kita semua semakin bersinergi," ucap Nurdin.
 
Nurdin Abdullah bersyukur bawah di tengah pandemi Covid-19 Sulsel masih terus mengeliat melakukan pembangunan infrastruktur.
 
"Jadi saya kira dalam masa pandemi dan kontrkasi pertumbuhan kita, kita masih bisa bergerak untuk membangun infrastruktur," kata Nurdin Abdullah.
 
Gedung ini dibangun ungkap Nurdin, bahwa dalam dua tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ingin semakin memperkuat sinergitas antara dinas. Salah satunya dengan membangun bangunan yang terintegrasi.
 
"Kita ingin membangun sinergitas antara dinas, membangun secara terintegrasi semua. Tetapi kita punya kantor jauh-jauhan semua, sementara kita punya peluang kita punya lahan di pinggir pantai ini sangat strategis untuk kita jadikan pusat pemerintahan," sebutnya.
 
Niat ini kemudian disambut oleh PT Waskita Karya untuk membangun dengan sistem keyturn. Dimana baru akan dibayarakan setelah gedung selesai. Gedung ini akan dibangun selama 18 bulan dengan anggaran pembangunan Rp1,9 trilyun. 
 
"Jadi dibangun oleh rekanan, rekanannya juga dari BUMN, BUMN pasti ada sumber-sumber pembiayaan dari luar dengan bunga yang lebih murah. Nanti setelah selesai baru kita bayar. Itupun tenggang waktu 25 tahun," jelas Nurdin.
 
Imbuhnya, bahwa Kantor Gubernur yang ada saat ini, nantinya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH).
 
"Yang lama itu jadi RTH, kita harapkan akan dinikmati masyarakat sekitar sana menjadi RTH, jadi akan semakin banyak publik space yang akan kita miliki," ungkap Nurdin.
 
Direktur Utama Perseroda Sulsel, Taufik Fachruddin menyebutkan hadirnya gedung ini juga berkat dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur serta Forkopimda Sulsel dengan merubah status Perusda Sulsel menjadi Perseroda.
 
Dengan bimbingan yang ada Perseroda melakukan loncatan dan inovasi.
 
"Di Perseroda ini, selalu memberikan loncatan-loncatan yang terus terang kami juga keteteran. Tapi insyaallah dengan semangat yang dimiliki tim perseroda, insyaallah salah satu bukti hari ini. Perseroda Sulsel diberikan tugas dan tanggung jawab oleh Bapak Gubernur untuk membangun Twin Tower Provinsi Sulsel," sebutnya.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah (kiri) dan Plt Kadis DKP Sulsel juga dijabat Sekretaris Dinas Hary Rustam Tawainella (kanan). FOTO: ISTIMEWA.
 
TokcerNews.com, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, menyerahkan surat keputusan terkait penetapan Pelaksana Tugas (Plt) kepala dinas untuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Sulsel serta Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Kamis, 5 November 2020.
 
Untuk Dinas Peternakan dan Keswan Sulsel Plt Kadis dijabat oleh Sekretaris Dinas Abdul Muas, sedangkan untuk Plt Kadis DKP Sulsel juga dijabat Sekretaris Dinas Hary Rustam Tawainella.
 
Kesempatan ini juga dijadikan untuk memberikan arahan kepada jajaran pejabat dinas di kantor masing-masing. 
 
Nurdin Abdullah mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan oleh kepala dinas sebelumnya. Penyerahan tugas kepada sekretaris dinas agar roda pemerintahan terus berjalan. Diharapkan juga sesegera mungkin untuk menyusun perencanaan tahun 2021 dengan berbagai inovasi program. 
 
"Dua SKPD ini kita coba dorong, karena bagaimanapun juga tantangan kita ke depan. Kebutuhan daging misalnya untuk perternakan. Sementara kita punya lahan yang sangat luas, potensi buat ranch (peternakan)," kata Nurdin Abdullah. 
 
Demikian juga potensi di pesisir cukup besar. Di pulau-pulau, dinas perikanan juga mempunyai tanggung jawab besar, bagaimana nelayan bisa sejahtera.  
 
"Saya hadir sebagai gubernur untuk memberikan tugas kepada pelaksana tugas untuk menyusun rencana ke depan yang bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat kita.  Baik di masyarakat nelayan,  maupun masyarakat yang ada di pedesaan," imbuhnya. 
TokcerNews.com, Makassar - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen year on year. Sehingga Indonesia secara resmi masuk dalam resesi. Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 juga terkontraksi. 
 
Secara kuartalan ekonomi tumbuh 5,05 persen, secara kumulatif masih tekontraksi 2,03 persen. Pada kuartal II pertumbuhan ekonomi tekontraksi 5,32 persen. 
 
Beberapa dampak yang mungkin terjadi setelah Indonesia masuk resesi diantaranya akan terjadi penurunan pendapatan kelompok menengah bawah secara signifikan. 
 
Sedangkan untuk Sulawesi-Selatan pertumbuhan ekonomi Q-to-Q triwulan III terhadap triwulan II itu tumbuh 8,18 persen. Jika dibandingkan angka nasional 5,05 persen, maka kecepatan pemulihan ekonomi di triwulan III untuk Sulsel jauh lebih cepat dibandingkan secara rata-rata nasional. 
 
Mometum ini yang sangat baik ini, menjadi optimisme untuk tumbuh di triwulan ke IV yang sedang berlangsung. 
 
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah sendiri percaya bahwa Provinsi Sulsel dapat melewati masa resesi ini, bahkan bisa memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang positif bagi Indonesia. Meski resesi, pemulihan ekonomi dan perekonomian sudah mulai terlihat.
 
"Saya sampaikan berkali-kali bahwa Sulsel itu dari krisis ke krisis Sulsel punya daya tahan tersendiri. Kenapa, karena kita di sektor pangan. Oleh karena itu saya ingatkan pada kita semua. Sulsel ini harus memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional," kata Nurdin Abdullah di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, 5 November 2020.
 
Ia optimis bisa dilalui berkaca dari berbagai pengalaman krisis di masa lalu dengan kekuatan yang dimiliki di sektor pertanian.
 
"Saya kira kita tidak usah pesimis, kita optimis, bukan hanya Sulsel dan Indonesia. Semua negara mengalami kontraksi yang cukup kuat, makanya kita bersyukur sebagai negara agraris. Karena tidak ada satupun manusia di dunia yang menunda makan," sebutnya. 
 
Selain Indonesia negara lain juga mengalami resesi seperti, Amerika Serikat, Uni Eropa, Hongkong, Singapura dan Korea Selatan.(*).

FOTO: Kantor Pemerintah Bergaya Modern 

TokcerNews.com, Makassar - Twin tower yang akan dibangun PT Waskita Karya Tbk, selama 18 bulan sejak ground breking 7 November 2020, menjadi sebuah energi perubahan peradaban pegawai dan masyarakat Sulsel.
 
Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah menyampaikan hal itu dalam sambuatan pada acara penandatangan Kontrak Kerja Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Pembangunan Twin Tower Makassar antata Perseroda dengan PT Waskita Karya Tbk di Rumah Dinas Gubernur Sulsel, Rabu 4 November 2020.
 
Perseroda sebagai pihak yang akan mengelola Twin Tower dan PT Wika sebagai pihak yang akan membangun kontruksi.
 
Hadir pada acara ini, Sekprov Dr Abdul Hayat Gani, Dirut Perseroda M Taufil Fachruddin, Komisaris Utama PT Jamkrida Prof Gagarin, Prof Marsuki DEA, Senior Vice Presiden Devisi VII PT Wika, Septiawan, Proyek Manager PT Wika Bonie Butarbutar, dan undangan lainnya.
 
Bangunan berlantai 36 ini menurut Nurdin Abdullah akan menjadi kantor Pemerintahan Sulawesi Selatan. Satu tower untuk eksekutif dan satu tower untuk legislatif.
 
Dijelaskan, twin tower ini akan menjadi sebuah perdaban baru perkantoran pemerintah yang koneksi dengan mal, perhotelan, dan ruang publik.
 
"Bangunan ini akan menjadi sebuah energi perubahan peradaban sistem kerja di pemerintahan. Lambang sinergitas. Pemerintah Sulsel akan bersatu di kantor yang megah," jelas
 
Nurdin Abdullah yang telah sukses mengubah peradaban masyarakat Bantaeng selama menjadi bupati 2008 - 2018.
 
Menurut Nurdin Abdullah, pemerintah yang berkantor di twin tower adalah sebuah budaya baru. "Ini menciptakan sebuah kantor yang mengesankan modern, sinergi. Ini budaya baru. Kayaknya sebuah mal," katanya.
 
Menurut Nurdin Abdullah, twin tower yang dibangun tanpa anggaran APBD dan APBN, menyrut Nurdin Abdullah akan mengubah tradisi berkantor pemerintahan dan menjadi kebanggan bagi pegawai.
 
Diakui, rencana pembangunan gedung pemerintahan Sulsel yang dibiayai pihak ketiga sebesar 1.9 triliun ini sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
TokcerNews.com, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mengapresiasi program pembuatan kapal Rooll Of Rooll (Roro) Kementerian Perhubungan untuk masyarakat Sulsel. 
 
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan terimakasih banyak kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang begitu tahu betul apa yang menjadi kebutuhan kita di Sulsel," ujarnya, di Kawasan PT IKI, Rabu, 4 November 2020. 
 
Nurdin Abdullah menjelaskan, dari 24 Kabupaten Kota di Sulsel, setidaknya ada 330 daerah kepulauan, dan terbanyak di Kabupaten Kepulauan Selayar. Terkhusus untuk dua pulau dan satu kabupaten di Sulsel yakni Selayar, Danau Matano, dan Danau Towuti, sudah dibuatkan Kapal Penyebrangan khusus dengan kapasitas yang berbeda dari Kementerian Perhubungan RI. 
 
"Pemprov Sulsel menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan dan PT IKI karena tepat hari ini, kita sama-sama meluncurkan Kapal Roro untuk masyarakat Kepulauan Selayar dengan kapasitas 500 GT," jelasnya.
 
Mewakili seluruh masyarakat Sulsel, khususnya Kabupaten Selayar, Nurdin Abdullah mengucap syukur dengan adanya kapal ini. Pasalnya, kapal ini akan mempermudah pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, untuk menyeberangkan kendaraannya dari Selayar-Bira maupun Bira-Selayar.
 
"Dengan kehadiran kapal Roro ini, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan, baik dari Selayar ke Bira maupun dari Bira ke Selayar," imbuhnya. 
Page 3 of 15

Media Siber Tokcernews.com, adalah media siber yang hadir untuk menyajikan informasi fakta, terhangat, terkini, dan terpopuler demi melayani kebutuhan masyarakat pembaca dalam peran sertanya membangun bangsa.

Tautan Informasi

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree